Ketika Harapan Mudah Pergi dan Hilang Layaknya Helium


 

📚: Helium Mengelilingi Kita


📌: Qomichi

📮: MCLPublisher

Jumlah Hal: 246 Hlm

One of my wildest childhood imaginatings has come true!

Cerita yang tersaji dalam Helium Mengelilingi Kita sebenernya udah lama berpendar di kepalaku sejak dulu. Aku selalu berimajinasi tentang balon-balon, celengan, dan harapan-harapan rapuh yang direngkuh oleh Helena dan Lium. Cerita ini heartless, emang, dan sepanjang perjalanan aku sering kali berubah-ubah pikiran tentang ke mana kedua tokoh utama ini akan berlabuh. Yang pasti, aku sayang keduanya:")

*

So, aku mau bahas tentang representasi dan metafora dari masing-masing adegan/benda yang ada dalam cerita. Yang pertama, tentu balon yang diisi helium. Ini jelas representasi dari harapan terbesar keduanya untuk menggapai impian masing-masing--yang sejatinya--tetap bersama seumur hidup. Helium dalam cerita memiliki misi untuk mencapai lapisan langit tempat Ibu Helena berada. Namun, tak sampai di lapisan mana pun, heliumnya habis dan kita semua tahu ke mana balon itu akan berlabuh. Seperti itulah kenyataan pahit yang harus ditelan oleh keduanya.

Kedua, Rasi Bintang. Dalam cerita, ada adegan krusial yang melibatkan rasi bintang dan ini selalu berada pada situasi ketika kedua tokoh (utama dan pendukung) sedang dalam kondisi yang memilukan. Ada rasi bintang yang mudah untuk ditemukan dan yang sulit untuk dicari, dan beberapa yang mudah ditemukan bentuknya justru lebih sederhana ketimbang nama dari rasi bintangnya sendiri. Rasi bintang ini adalah masalah dari masing-masing tokoh. Untuk konstelasi yang mudah ditemukan--seperti Ursa Minor--adalah masalah ringan yang sebenarnya hanya kedengarannya saja yang berat; sejatinya itu masalah yang secara aneh bisa mereka selesaikan (hubungan Helena dan Ruri atau Helena dan teman-temannya). Sementara untuk rasi bintang yang sulit ditemukan, macam Orion, adalah masalah yang rumit bagi semua tokoh (Hubungan Helena dan Tuhan, Lium dan Helena, serta Ruri dan ayahnya), tapi bagaimanapun juga, ada jalan keluar untuk menemukan konstelasi tersebut.

Ketiga, Metana. Tidak seperti Helium dan Oksigen yang memiliki peranan dan makna yang jelas pada cerita, Metana justru hanya sebagai judul besar dari sepertiga akhir cerita. Metana adalah zat yang mudah terbakar bersamaan dengan oksigen, yang mengartikan semua emosi serta perasaan-perasaan yang tersisa antar tokoh dibakar habis di bagian ini. Tidak ada lagi harapan (helium), tidak ada lagi rasa aman (oksigen), semuanya hanya tersisa kenangan-kenangan yang perlu dibumihanguskan agar roda masing-masing tokoh dapat berjalan kembali.

Keempat, Rumah Nelly. Tempat krusial di bab-bab pembuka dan penutup cerita. Rumah Nelly adalah penjara bagi kedua tokoh utama (Helena dan Lium) dengan pagar yang tertutup rapat sebagai jerujinya. Di paruh akhir cerita, ada adegan saat Helena mencoba membuka pagar rumah Nelly(yang sudah lama ditinggalkan) dengan bersusah payah akibat karat besi yang menahannya. Rumah Nelly adalah tempat di mana inner child-nya Lium dan Helena terkurung. Semua harapan dan janji lama mereka buat di tempat tersebut. Semua keinginan dan kebersamaan terjalin di situ juga. Tak ayal, kedua tokoh memiliki kelekatan tersendiri terhadap Nelly(rumahnya) meski teman satu SD mereka tidak memiliki satu scene pun dalam cerita. Di scene yang sama(adegan Helena coba membuka pagar berkarat) menampilkan gadis itu mampu menggeser pagar rumah meski hanya sebagian, tapi adegan sederhana itu sejatinya menunjukkan bahwa kurungan mereka selama ini sudah terbuka.

Kelima, Ponsel Lium dan Sepeda Ruri. Ada dua benda krusial yang ditinggalkan kedua ML kepada Helena. Lium memberikan Helena ponsel keluaran lama agar dapat tetap terhubung dengan Helena. Walaupun nyatanya mereka hampir tidak terhubung lagi, tapi ponsel yang Lium berikan adalah titipan janji Lium kepada Helena; bahwasannya terlepas dari celengan, gudang, dan kaleng yang Lium tinggalkan, Lium juga meninggalkan ponsel yang--mungkin saja--dapat Helena gunakan untuk menarik Lium kembali ke kehidupannya. Sementara sepeda milik Ruri yang tertinggal saat laki-laki itu kabur dari rumah Helena adalah pengarahan bahwa gadis itu sebaiknya segera bergerak dan meninggalkan bayang-bayang masa lalu secepat mungkin karena nyatanya itu(masa lalunya) tak pernah kembali lagi.

*

Itulah beberapa representasi-representasi sederhana dalam cerita Helium Mengelilingi Kita yang sebetulnya memiliki peranan kuat. Ada metafora-metafora lain yang tak perlu disebutkan dan dapat disadari oleh pembaca secara mudah.

Jika ada beberapa adegan atau benda lain yang mungkin saja kalian(pembaca) temukan di dalam cerita ini, boleh tulis di kolom komentar ><



Link Pembelian Novel : 

https://shopee.co.id/Helium-Mengelilingi-Kita-Qomichi-i.294003625.19275256565 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Little Pa dan Kecilnya Mental Ayah Muda